Obesitas ini penyebabnya
multifaktorial, dan berbagai penemuan terbaru yang berkaitan dengan penyebab
obesitas menyebabkan patogenesis obesitas terus berkembang. Terjadinya obesitas
secara umum berkaitan dengan keseimbangan energi dalam tubuh. Keseimbangn energi
ditentukan oleh asupan energi yang berasal dari zat gizi penghasil energi yaitu
karbohidrat, lemak dan protein serta kebutuhan nergi yang ditentukan oleh
kebutuhan energi basal, dan aktivitas fisik.
1.1. Latar
Belakang
Olahraga adalah kegiatan yang bermanfaat untuk
meningkatkan kesegaran jasmani. Disamping itu juga dapat memupuk watak, kepribadian,
disiplin, sportivitas dan kemampuan daya fikir serta pengembangan prestasi
olahraga. Dan olahraga ini bisa mengangkat derajat bangsa.
Dan seperti yang kita ketahui Cabang olahraga Atletik
merupakan salah satu cabang olahraga tertua di muka bumi ini, yang dilombakan sejak
sepuluh abad yang lalu, dan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat yunani kuno
sebagai aktivitas untuk menungkatkan kesegaran fisik para tentara-tentara
meraka. Atletik sering juga disebut sebagai aktivitas jasmani atau latihan fisik
karena gerakan-gerakannya alamiah dan wajar serta umum bagi kehidupan
keseharian, seperti jalan, lari, lompat, lempar dan tolak.
Atletik berasal dari bahasa yunani athlon atau
athlum yang berarti perlombaan, pertandingan, pegulatan atau seuatu
perjuangan, dan orang yang melakukannya di sebut athleta/athlet.
Kegiatan atletik ini
tidak hanya untuk perlombaan saja tetapi juga untuk olahraga rekreasi dan
kesehatan. Olahraga rekreasi pada atletik misalnya wahana hiburan bagi keluarga
ketika diadakannya perlombaan dan bagi kesehatan atletik juga mempunyai peran
yang sangat besar. Seperti yang kita ketahui atletik ini meliputi rangkaian
gerak yang berupa jalan, lari, lompat, lempar dan lompat.
Seperti yang kita ketahui begitu banyak masyarakat
disekitar kita yang belum mengetahui kegunaan dari olahraga ini didalam
kehidupan sehari-hari dikarenakan banyaknya kegiatan yang membuat mereka nampak
sibuk hingga tidak sempat untuk melakukan suatu yang baik bagi kesehatan
meraka.
Atletik bagi kesehatan yaitu kegiatan-kegiatan atau
aktivitas gerak didalam atletik yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh
didalam meningkatkan kesehatan jasmani seseorang. Aktivitas atletik yang
biasanya digunakan didalam kesehatan yaitu seperti jalan dan lari. Aktivitas
fisik juga adalah bagian dari latihan yang terus menerus dan kontinu dengan
beban yang meningkat sesuai dengan kebutuhan fisik. Menurut Harsono latihan adalah suatu proses
berlatih yang sistematis yang dilakukan berulang-ulang, dan yang kian hari
jumlah beban latihannya semakin bertambah.
Sebagaimana atletik adalah olahraga kesehatan, maka tentu
saja semua unsur yang ada didalam atletik itu dapat dijadikan sebagai sarana
untuk meningkatkan kesehatan seperti jogging, jalan cepat dan lainnya.
Setelah dicermati secara rinci maka penulis mengambil
suatu langkah untuk menjadikan atletik sebagai sarana untuk meninggkatkan
kesehatan yang berupa pencegahan obesitas dalam kehidupan sehari-hari dan
obesitas sendiri adalah peningkatan lemak tubuh (body fat) yang terjadi akibat
berlebihnya asupan makanan atau faktor lainnya didalam tubuh seseorang.
Oleh sebab itu penulis mengambil judul “Aktivitas Atletik
dalam upaya Pencegahan Obesitas” sebagai karya yang akan dikemukan melalui
penulisan ini.
1.2. Rumusan
Masalah
“ Bagaimanakah peranan aktivitas atletik
dalam upaya pencegahan terjadinya Obesitas ? “
1.3. Tujuan
Penulisan
- Karya Ilmiah ini ditulis
untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Seminar Olahraga pada semester 7
(tujuh).
- Mengidentifikasi Aktivitas Atletik dalam upaya pencegahan
Obesitas.
- Mengenal Obesitas dan penyebabnnya.
2.1.
Hakekat Altetik
Atletik (athletics)
adalah sekumpulan olahraga yang meliputi lari, jalan, lempar, dan lompat, yang
telah menjadi aktiviyas olahraga tertua didalam peradaban manusia. Olahraga ini,
dalam budaya Inggris dan beberapa negara lain dikenal dengan istilah track
dan field, yang artinya lintasan dan lapangan. Seseorang yang menekuni
olahraga atletik disebut dngan atlet (athlete). (Winendra Adi, dkk, 2008
: 4)
Istilah atletik uang digunakan di Indonesia saat ini
diambil dari bahasa Inggris yaitu Athletic yang berarti cabang olahraga yang
meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar. Sementara di Amerika Serikat, istilah
atletik berarti olahrag pertandingan, dan istilah untuk menyebut atletik adalah
track dan field.
Karena atletik ini memiliki kegiatan yang beragam, maka
atletik dapat digunakan sebagai alat pembinaan bagi setiap cabang
olahraga. Bahkan, ada uynag mengatakan sebagai “ibu” dari semua cabang
olahraga. Meskipun ungkapan ini hanya atas dasar pandangan akal sehat semata,
tetapi kenyataan yang ada membuktikan bahwa atletik memiliki berbagai bentuk
gerak yang tergolong lengkap. Didalamnya terdapat dasar yang dapat dijumpai pada
beberapa cabang olahraga lainnya.
Seiring dengan perkembangannya yang terjadai didalam
kegiatan atletik, banyak orang menggunakannya sebagai media untuk memulai
kegiatan olahraga, permainan, dan kegiatan olahraga inti. (Yudha M. Saputra, 200
:1)
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa atletik merupakan kegiatan manusia sehari-hari yang dapat
dikembangkan menjadi kegiatan bermain dan olahraga yang diperlombakan yang mana
kegiatan yang dilakukan didalam atletik itu sendiri adalah lari, jalan, lempar
dan lompat. Atletik merupakan dasar bagi pembinaan olahraga, oleh karena itu
atletik perlu duterapkan dan diperagakan dalam kehidupan keseharian.
2.2.
Obesitas
2.2.1.
Pengertian Obesitas
Terdapat beberapa
istilah yang perlu diketahui, yaitu obesitas, overweight dan obesitas
sentral. Obesitas adalah peningkatan lemak tubuh (body fat). Over weight adalah
peningkatan berat badan relatif apabila dibandingkan terhadap
standar. Overweihgt kemudian menjadi istilah yang mewakili obesitas baik secara
klinis ataupun epidmiologis. Sedangkan obesitas sentral adalah peningkatan lemak
tubuh yang lokasinya lebih banyak didaerah abdominal dari pada didaerah
pinggul, paha atau lengan.
Keseimbangan energi didalam tubuh dipengaruhi oleh
berbagai faktor baik yang berasal dari dalam tubuh yaitu regulasi fisiologis dan
metabolisme ataupun dari luar tubuh yang berkaitan dengan gaya
hidup(lingkungan) yang akan mempengaruhi kebiasaan makan dan aktivitas
fisik. Regulasi fisiologis dan metabolisme dipengruhi oleh genetik dan juga
lingungan. Berbagai penelitian mengemukakan bahwa obesitas ± 70% dipengruhi
lingkungan dan ± 30% oleh genetik. (Rachmad Soegih, 2009 : 10)
2.2.1. Faktor
Penyebab Obesitas
a. Makanan
Terjadinya obesitas merupakan dampak dari terjadinya
kelebihan asupan energi (energi intake) dibandingkan dengan yang diperlukan
(enrgi expenditure) oleh tubuh sehingga kelebihan asupan energi tersebut
disimpan dalam bentuk lemak. Makanan merupakan sumber dari asupan
nenergi. Didalam makanan yang akan diubah
menjadi energi adalah zat gizi penghasil energi yaitu karbohidrat, lemak dan
protein. Apabila asupan zat gizi ini berlebihan maka akan terjadi penyimpanan
sisa makanan yang disebut glikogen(karbohidrat), lemak (protein dan lemak) dan
dalam jumlah yang besar akan berdampak negatif.
b. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapt
meningkatkan kebutuhan energi, sehingga apabila aktivitas fisik rendah maka
kemungkinan terjadinga obesitas akan meningkat. Berbagai penelitian menunjukkan
bahwa lamanya kebiasaaan lamanya mnonton telvisi (inaktivitas) berhubungan
dengan peningkatann prevelensi obesitas. Sedangkan aktiivitas sedang hingga
tinggi akan mengurangi kemungkinan terjadinya obesitas. (Rachmad Soegih, 2009 :
12)
2.2.3. Pengaturan
aktivitas fisik pada terapi obesitas :
Seseorang yang berada pada derajat kesehatan optimal akan
memiliki kemampuan fisik atau kesegeran jasmani yang optimal pula. Aktivitas
fisik atau olahraga adalah suatu cara untuk meningkatkan kesegeran
jasmani. Aktivitas fisik adalah istilah umum untuk segala sesuatu pergerakan
tubuh karena aktivitas otot yang akan menghasilkan meningkatkan kebutuhan
energi, terdapat 3 golongan aktivitas fisik antara lain :
a. Aktivitas yang dilakukan selama bekerja/berhubungan
dengan pekerjaan.
b. Aktivitas yang dilakukan dirumah, merupakan bagian
dari aktivitas sehari-hari
c. Aktivitas yang dilakukan diluar pada saat
waktu luang diluar pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, termasuk disini adalah
:
- Latihan fisik adalah kegiatan terstuktur yang dilakukan
meningkatkan kebugaran
- Olahraga kompetisi yang dilakukan sebagai profesi atau
pekerjaan.
Sebaliknya dari aktivitas fisik atau perilaku
sehari-harii adalah pergerakan tubuh yang minimal sehungga kebutuhan energi juga minimal,
contoh aktivitas seperti ini adalah perilaku pasif menonton televisi, membaca,
bekerja dengan komputer, menelpon dan sebagainya. Aktivitas seperti ini
bertendensi meningkatkan berat badan.
Berbagai hipotesis menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat
mengontrol berta badan mlalui proses : meningkatkan energi ekspenditure, memperbaiki
kapasitas aerobik, memprebaiki komposisi tubuh. Aktivitas fisik akan
meminimalkan kehilangan massa bebas lemak dan peningkatan kembali berat badan. Meta analisis
memperlihatkan adanya hasil yang baik bahwa aktivitas fisik 21 minggu akan
menghasilkan penurunan berat badan 3 kg,
sedangkan akktivitas fisik dngan diet 15 minggu menghasilkan penuruna berat
badan 11 kg.
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari aktivitas
fisik ini antaranya : mengontrol tekanan danrah dan meningkatkan kapasitas
kerja jantung dan paru-paru, membantu menurunkan resiko penyakit obesitas dan
membantu meningkatkan kapasitas kerja otot serta meningkatkan imunitas.
Tujuan utama dari kontrol aktivitas fisik adalah mencegah
penurunan metabolisme basal, meningkatkan kebutuhan energi dan mempertahankan
massa otot. Yang harus diperhatikan adalah pemilihan jenis aktivitas fisik atau
olahraga yang dapat memakai asam lemak sebagai sumber energi yaitu aktivitas
fisik dngan intensitas ringan sampai sedang tetapi dilakukan secara terus
menerus. Efisiensi kapasitas aerobik dapat diukur dengan mengukur nadi memakai
formula zona exercise diharapkan tercapai antara 70 sampai 80% (220-
usia). Untuk memperoleh penurunan barat badan optimal maka dibutuhkan aktivitas
fisik dengan frekuensi 5-6 x/minggu dengan durasi 20-60 menit. Olahraga dengan
intensitas rendah seperti berjalan kaki selama 30-60 menit secara rutin dapat
meningkatkan energi ekspenditure.
2.3.
Aktivitas Atletik yang Meningkatkan Kesehatan
2.3.1.
Lari Kontinu
Lari kontinu dapat
dilakukan secara cepat atau lambat dan harus diingat supaya latihan itu
berhasil untuk meningkatkan kesegaran jasmani maka sekalipun berlari lambat
harus mencapai denyut nadi 70%-75% dari HRR (cadangan denyut jantung9 atau
80-85% dari HR max
Dalam latihan jarak lari sebaiknya ditentukan dengan
kesesuaian kesegaran jasmani (2740 m).
Jogging diartikan sebagai lari lambat dan kontinu. Pada
waktu sekarang jogging dilakukan oleh merekan yang sudah berumur untuk tujuan
kesegaran jasmani dan kesehatan. Sebagai pedoman, latihan jooging ini harus
dimulai dengan beban tang ringan dan ditingkatkan. Jogging sebaikya dilakukan 3
kali dalam satu minggu dengan jarak setiap latihan 2 mil. Jogging dapat dimulai
dengan berjalan lambat, kalau sudah terlatih, beban ditambah dengan berjalan
cepat. Jadi jaln lambat diselingi dengan jalan cepat, selanjutnya harus
ditingkatkan menjadi jalan cepat dan seterusnya hingga dapat melakukan jogging
sejauh 2 mil. (R. Soekarman, 1987 : 80)
Yudha M. Saputra (2001 : 3 8) lari santai (jogging)
merupakan suatu jenis keterampilan yang melibatkan proses memindahakan posisi
badan, dari satu tempat ketempat lainnya, dengan gerakan yang lebih cepat dari
pada melangkah. Lari (jogging) memiliki karakteristik sebagai berikut :
-
Sikap
badan harus condong sedikit kedepan.
-
Kepala
agak tegak dengan pandangan selalu diarahkan kedepan.
-
Gerak kaki
saat melangkah, tidak terlalu panjang cukup 30-40 cm saja.
-
Saat
mendaratkan kaki bagian yang kena yaitu harus bagian dari kedua ujung telapak
kaki.
-
Posisi
kaki harus rileks.
- Lengan
diayunkan secara wajar dengan jari-jari tangan tidak terlalu dikepalkan, cukup
dengan membukanya sedikit.
2.3.2. Jalan Cepat
Jalan Cepat (race walking) adalah olahraga berjalan
secepat mungkin, dengan masih menjaga atauran dasar berjalan.Aturan dasar
berjalan adalah tumit kaki didepan harus tetap menyentuh lintasan sampai jari
kaki bealakang meninggalkan tanah. (Winendra Adi,2008 : 88)
Menurut Yudha M. Saputra (2001 : 35) secara umum,
karakteristik jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan karateristik gerak dasar
biasa, hanya berbeda pada beberapa gerakan tertentu yakni gerak dasar jalan
cepat lebih komplek. Adapun karakteristik gerak dasar jalan cepat adalah sebagai
berikut :
-
Angkat
paha kaki ayunkan kedepan lutut.
-
Tungkai
bawah bergantung rileks sambil mengayunkan paha kedepan.
-
Tungjai
bawah ikut terayun kedepan sehingga lutut menjadi lurus.
-
Saat
emdaratkan kaki ketanah terlebih dahulu bahian tumit kaki.
- Bersamaan
dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpu lepas dari tanah, diganti dengan kaki
ayun.
- Posisi
badan atas saat melangkah ditandai dengan posisi kepala, punggung, dada,
pinggang, hingga tungkai bawah sedikit condong kedepan.
-
Siku
dilipat 900, ayunkan lengan kiri kedepan bersamaan dengan kaki
kanan.
- Koordinasi
gerakan dilakukan antara lengan kiri, bersamaan dengan kaki kanan, dan lengan
kanan bersamaan dengan kaki.
-
Irama
lari saling bersilangan antara tangan dan kaki.